Curcol di sudut perpus
Pernah mengalami berada pada suatu tempat asing yang sebenarnya itu bukanlah ranah kita?
Aku pernah, dan itu tengah aku alami saat aku menuliskan tulisan ini.
Ini bukan tentang traveling. Sama sekali bukan.
Ini tentang bagaimana aku menjadi 'mahasiswa ilegal' di salah satu kampus yang ada di Belanda. Berbaur bersama ratusan mahasiswa lainnya yang tentu saja tengah sibuk di depan komputernya masing-masing. Sedangkan aku sendiri, duduk menyempil diantaranya sambil mengetik tulisan di atas keybord berwarna hitam menggunakan bahasa Indonesia. Sisanya, hingar-bingar berbagai bahasa turut menjadi backsound kegiatanku hari ini.
It's a quiet room. they called 'de bibliotheek van saxion universiteit'.
Tempat dimana semua kesibukan sebagai mahasiswa tertumpah disini.
Ada semacam nuansa berbeda yang menyelimuti ruangan berkapasitas puluhan kursi ini. Di sisi sebelah kanannya, jejeran rak buku yang didominasi oleh buku-buku berbahasa Inggris dan Belanda terlihat mematung tegak. Sementara aku, memilih untuk menepi dibagian sisi jendela. Dari arah tempat dudukku, aku bisa menikmati pemandangan luar di lantai bawah dengan leluasa.
Ini bukan pengalaman pertama untukku. Beberapa waktu lalu aku juga sempat dengan santainya merasa 'sok asik' berada di kampus yang juga asing untukku. Lalu flashback lagi ke jaman SMA, aku juga pernah beberapa kali menjadi 'siswa ilegal' di sekolah berbeda dengan ikut berbaur seolah-olah aku ini adalah salah satu bagian dari mereka. Mungkin jika ada beberapa orang yang menyadari dan mengenaliku, mentok-mentok mereka hanya akan berkata seperti ini, 'eh, lagi ngapain di sini?'
Tapi mungkin dasarnya aku yang bermuka tebal, jadi dibawa santai saja. Toh aku sendiri tidak akan menimbulkan kekacaun di tempat itu.
Aku jadi ingat sebuah film yang pas sekali jika harus kusambungkan dengan ceritaku kali ini. (semoga ini tidak terkesan memaksakan :D)
Teman-teman pasti tahu film 3 Idiots kan?
Dalam film itu si pemeran utama, Rancho, pernah berkata kepada si MM (Milimeter) yang kurang lebih ucapannya seperti ini. 'jika kamu ingin belajar, kamu tidak perlu menjadi siswa di sekolah tersebut, yang kamu perlukan hanyalah seragam lalu duduklah dimanapun yang kamu mau'.
Sesimpel itu, Rancho memberikan contoh paling mudah yang tidak banyak orang mau melakukannya.
Aku sendiri terus terang sependapat dengan perkataannya. Tokoh Rancho memandang hal tersebut dari perspektif yang berbeda.
Karena memang benar, esensi sebenarnya dari menuntut ilmu itu adalah bukan dimana kamu memperolehnya, tapi bagaimana caramu mendapatkan ilmu itu.
Aku pernah, dan itu tengah aku alami saat aku menuliskan tulisan ini.
Ini bukan tentang traveling. Sama sekali bukan.
Ini tentang bagaimana aku menjadi 'mahasiswa ilegal' di salah satu kampus yang ada di Belanda. Berbaur bersama ratusan mahasiswa lainnya yang tentu saja tengah sibuk di depan komputernya masing-masing. Sedangkan aku sendiri, duduk menyempil diantaranya sambil mengetik tulisan di atas keybord berwarna hitam menggunakan bahasa Indonesia. Sisanya, hingar-bingar berbagai bahasa turut menjadi backsound kegiatanku hari ini.
It's a quiet room. they called 'de bibliotheek van saxion universiteit'.
Tempat dimana semua kesibukan sebagai mahasiswa tertumpah disini.
Ada semacam nuansa berbeda yang menyelimuti ruangan berkapasitas puluhan kursi ini. Di sisi sebelah kanannya, jejeran rak buku yang didominasi oleh buku-buku berbahasa Inggris dan Belanda terlihat mematung tegak. Sementara aku, memilih untuk menepi dibagian sisi jendela. Dari arah tempat dudukku, aku bisa menikmati pemandangan luar di lantai bawah dengan leluasa.
Ini bukan pengalaman pertama untukku. Beberapa waktu lalu aku juga sempat dengan santainya merasa 'sok asik' berada di kampus yang juga asing untukku. Lalu flashback lagi ke jaman SMA, aku juga pernah beberapa kali menjadi 'siswa ilegal' di sekolah berbeda dengan ikut berbaur seolah-olah aku ini adalah salah satu bagian dari mereka. Mungkin jika ada beberapa orang yang menyadari dan mengenaliku, mentok-mentok mereka hanya akan berkata seperti ini, 'eh, lagi ngapain di sini?'
Tapi mungkin dasarnya aku yang bermuka tebal, jadi dibawa santai saja. Toh aku sendiri tidak akan menimbulkan kekacaun di tempat itu.
Aku jadi ingat sebuah film yang pas sekali jika harus kusambungkan dengan ceritaku kali ini. (semoga ini tidak terkesan memaksakan :D)
Teman-teman pasti tahu film 3 Idiots kan?
Dalam film itu si pemeran utama, Rancho, pernah berkata kepada si MM (Milimeter) yang kurang lebih ucapannya seperti ini. 'jika kamu ingin belajar, kamu tidak perlu menjadi siswa di sekolah tersebut, yang kamu perlukan hanyalah seragam lalu duduklah dimanapun yang kamu mau'.
Sesimpel itu, Rancho memberikan contoh paling mudah yang tidak banyak orang mau melakukannya.
Aku sendiri terus terang sependapat dengan perkataannya. Tokoh Rancho memandang hal tersebut dari perspektif yang berbeda.
Karena memang benar, esensi sebenarnya dari menuntut ilmu itu adalah bukan dimana kamu memperolehnya, tapi bagaimana caramu mendapatkan ilmu itu.
Comments
Post a Comment