Fiuuh...

Masih belum hilang hiruk pikuk pemberitaan yang mengabarkan tentang proses evakuasi pesawat Malaysia airlines. Tv, surat kabar, media online, semuanya saling berlomba-lomba untuk memberikan keterangan ter-up-to-date tentang hilangnya pesawat naas tersebut. sebagai orang yang tidak bisa berbuat banyak, aku hanya mampu menyumbangkan do'a terbaik kepada saudara-saudaraku dimanapun mereka berada. semoga Allah memudahkan semuanya. Amin..

Percakapanku dengan emak pagi tadi dimulai lantaran aku membuka lagi berkas-berkas yang menumpuk di dalam sebuah map. niatnya memang mau sekalian beres-beres, menata kembali puluhan lembar kertas dari berbagai jenis, model, serta ukuran yang berbeda.
tiba-tiba tanganku terhenti pada selembar kertas yang sudah terlihat kucel.
Oh.. ini dia ternyata booking ticket yang sudah aku gunakan 9 bulan lalu saat meninggalkan Indonesia.
memang setelah kedatanganku di Belanda ini, aku tidak pernah mengecek lagi masalah ticket kepulangan tersebut. aku taunya semua itu sudah diatur oleh family disini, dan ditambah lagi karena dulu aku masih terbilang cukup awam yang hampir mendekati polos alias tidak tau manau masalah urusan perticketan pesawat, jadilah aku me-masabodohkan urusan ini. namun semua itu berubah saat tiba-tiba aku tersadar bahwa booking ticket yang sudah ada di tanganku saat ini adalah return ticket, yang artinya aku akan menggunakan maskapai yang sama seperti pada saat aku berangkat dulu.
harusnya sih ini bukan suatu masalah, sampai akhirnya kejadian baru-baru inilah yang akhirnya membuat pendirianku sedikit goyah sehingga menimbulkan sedikit 'masalah' untukku.
Ya.. aku menggunakan pesawat Malaysia airlines. *dagdigdugdagdigdug

Aku meyakinkan kembali penglihatanku.
Aaaah... ternyata memang seperti itulah yang tertera pada ticket tersebut.
aku bergegas menanyakan ini kepada emak. berharap ada kesalahan teknis atau sejenisnya pada secarik kertas yang sudah mulai terlihat kucel tadi.

"What plane should I use for to go back to Indonesia ma'am? Is that the same plane like before? Malaysia airlines?"
nyaliku mulai menciut di sini jika ternyata jawabannya tidak sesuai harapanku. namun tiba-tiba semua itu memang terjadi, layaknya sebuah mimpi yang menjadi kenyataan.
"Yes. It's a retour ticket Nia"
Jegeeeer... jawaban singkat itu akhirnya meluluh lantakkan harapanku yang berbalut sindrom takut efek dari korban berita di media.
tanpa banyak babibu lagi, akhirnya aku hanya bisa menjawab versi yang lebih singkat sambil diiringi do'a penyemangat diri.
"Oke then"
kalau teman-teman tau versi do'a yang di ucapkan oleh Rancho dan teman-temannya dalam film 3 idiots ketika mereka sedang menghadapi ketakutan, maka itu jugalah yang seketika aku ucapkan.
All is well.. All is well.. All is well..

Aku sangat percaya bahwa takdir kita sebagai umat manusia di bumi ini telah di atur oleh sang Maha pengatur segalanya.
kematian, rezeki, jodoh, adalah 3 hal paling fundamental yang tidak pernah bisa kita campuri. mau sekuat apapun cara kita berusaha, mengelak, atau bahkan melawan semuanya, tetaplah tidak akan menjadikan kita mampu untuk merubah ketetapanNya.
maka hanya dengan tawakal dan meluruskan niat serta percaya kepada Allah lah yang akan menyelamatkan kita dari setiap prasangka buruk kita terhadapNya. semoga kita semua menjadi pribadi yang demikian adanya. Amiiin.

Bismillah... Allah itu sesuai dengan prasangka hambanya ^_^'



Comments

Popular posts from this blog

AU PAIR

Timing is Everything