April, can you stay longer?
Welcome the ending of April.
What could I say for every times pass in this month?
Harus aku akui, April kali ini sebenarnya bisa dikatakan sebagai the last chance for me if I wanna go to travel. Ini adalah bulan yang penuh dengan waktu-waktu luang.
Dibeberapa hari yang lalu, aku memiliki waktu libur yang tidak sedikit. Jika aku mau, itu bisa aku gunakan untuk melengkapi list negara-negara yang ingin aku tuju. Austria, Italy, Inggris, dan beberapa negara lainnya yang masih berada di sekitaran benua Eropa.
But in the fact, I let it my opportunity disappear. It not just because I don't loved to, but I wouldn't.
Ada beberapa hal yang memang harus dipertimbangkan sehingga aku memutuskan pilihan ini.
Masih terlihat jelas daftar beberapa negara yang ingin aku kunjungi selama berada di Eropa.
Di bagian dinding lemari yang kutempeli dengan kertas bertuliskan semua destinasi tujuanku masih bisa aku baca. Beberapa negara juga sudah kutandai dengan contrengan yang menunjukkan bahwa I've done with these country. what next?
Masih teringat jelas pula saat aku menuliskan mimpi-mimpi itu diatas lembaran putih tadi. Kuayunkan tanganku untuk mentrasfer isi yang ada difikiranku kedalam sebuah catatan yang dulunya terasa tidak mungkin untuk bisa aku dapatkan. But we know, nothing impossible in this world, right?
Hidupku memang bermula dari mimpi dan sedikit kegilaan yang menyertainya. Menyatu bersama keinginan yang kuat agar aku bisa mewujudkan semuanya.
Luruskan niat dan percayakan semuanya kepada sang Maha pengatur segalanya.
Lalu.... "kun faya kun"
Siapa yang mampu menandingi kuasaNya????
Ada hal-hal yang terkadang harus dilakukan untuk mengalahkan ego kita.
Kecintaanku pada traveling bukan berarti harus menggelapkan mataku untuk tidak memikirkan hal selain itu.
Masih banyak yang harus aku lakukan untuk menyeimbangkan semuanya agar aku tidak di cap sebagai makhluk individualis di muka bumi ini.
The God created me as the oldest one of my little brother and sister is always there must be a reason.
Then I, must be thinking of that !
Aku jadi teringat obrolanku bersama emak sehari sebelum mereka terbang untuk liburan ke Abu Dhabi.
"Where do you want to go, Nia?"
"I think, I just stay in Netherlands ma'am"
"Really? Why? We will go for vacation. you should go too. You love traveling, don't you?"
"Ya, I loved to. But I wanna save my money before I go back to Indonesia."
"Oooh.. come on Nia, you not must do that. I can help you if you want. Just let me know where do you want to go. Ok?"
Aku hanya tersenyum sambil berkata "Yes, for sure ma'am"
Salah satu rasa syukurku berada di keluarga ini adalah merasakan bagaimana aku begitu dicintai oleh mereka dan menjadi bagian dari mereka. I called them as my third family in this world. Orang-orang yang membuatku kembali merasakan apa itu arti dari keluarga.
Lalu seiring berjalannya waktu, aku hanya tidak ingin semua menghilang begitu cepat.
What could I say for every times pass in this month?
Harus aku akui, April kali ini sebenarnya bisa dikatakan sebagai the last chance for me if I wanna go to travel. Ini adalah bulan yang penuh dengan waktu-waktu luang.
Dibeberapa hari yang lalu, aku memiliki waktu libur yang tidak sedikit. Jika aku mau, itu bisa aku gunakan untuk melengkapi list negara-negara yang ingin aku tuju. Austria, Italy, Inggris, dan beberapa negara lainnya yang masih berada di sekitaran benua Eropa.
But in the fact, I let it my opportunity disappear. It not just because I don't loved to, but I wouldn't.
Ada beberapa hal yang memang harus dipertimbangkan sehingga aku memutuskan pilihan ini.
Masih terlihat jelas daftar beberapa negara yang ingin aku kunjungi selama berada di Eropa.
Di bagian dinding lemari yang kutempeli dengan kertas bertuliskan semua destinasi tujuanku masih bisa aku baca. Beberapa negara juga sudah kutandai dengan contrengan yang menunjukkan bahwa I've done with these country. what next?
Masih teringat jelas pula saat aku menuliskan mimpi-mimpi itu diatas lembaran putih tadi. Kuayunkan tanganku untuk mentrasfer isi yang ada difikiranku kedalam sebuah catatan yang dulunya terasa tidak mungkin untuk bisa aku dapatkan. But we know, nothing impossible in this world, right?
Hidupku memang bermula dari mimpi dan sedikit kegilaan yang menyertainya. Menyatu bersama keinginan yang kuat agar aku bisa mewujudkan semuanya.
Luruskan niat dan percayakan semuanya kepada sang Maha pengatur segalanya.
Lalu.... "kun faya kun"
Siapa yang mampu menandingi kuasaNya????
Ada hal-hal yang terkadang harus dilakukan untuk mengalahkan ego kita.
Kecintaanku pada traveling bukan berarti harus menggelapkan mataku untuk tidak memikirkan hal selain itu.
Masih banyak yang harus aku lakukan untuk menyeimbangkan semuanya agar aku tidak di cap sebagai makhluk individualis di muka bumi ini.
The God created me as the oldest one of my little brother and sister is always there must be a reason.
Then I, must be thinking of that !
Aku jadi teringat obrolanku bersama emak sehari sebelum mereka terbang untuk liburan ke Abu Dhabi.
"Where do you want to go, Nia?"
"I think, I just stay in Netherlands ma'am"
"Really? Why? We will go for vacation. you should go too. You love traveling, don't you?"
"Ya, I loved to. But I wanna save my money before I go back to Indonesia."
"Oooh.. come on Nia, you not must do that. I can help you if you want. Just let me know where do you want to go. Ok?"
Aku hanya tersenyum sambil berkata "Yes, for sure ma'am"
Salah satu rasa syukurku berada di keluarga ini adalah merasakan bagaimana aku begitu dicintai oleh mereka dan menjadi bagian dari mereka. I called them as my third family in this world. Orang-orang yang membuatku kembali merasakan apa itu arti dari keluarga.
Lalu seiring berjalannya waktu, aku hanya tidak ingin semua menghilang begitu cepat.
Comments
Post a Comment