Posts

Showing posts from April, 2014

April, can you stay longer?

Welcome the ending of April. What could I say for every times pass in this month? Harus aku akui, April kali ini sebenarnya bisa dikatakan sebagai the last chance for me if I wanna go to travel. Ini adalah bulan yang penuh dengan waktu-waktu luang. Dibeberapa hari yang lalu, aku memiliki waktu libur yang tidak sedikit. Jika aku mau, itu bisa aku gunakan untuk melengkapi list negara-negara yang ingin aku tuju. Austria, Italy, Inggris, dan beberapa negara lainnya yang masih berada di sekitaran benua Eropa. But in the fact, I let it my opportunity disappear. It not just because I don't loved to, but I wouldn't. Ada beberapa hal yang memang harus dipertimbangkan sehingga aku memutuskan pilihan ini. Masih terlihat jelas daftar beberapa negara yang ingin aku kunjungi selama berada di Eropa. Di bagian dinding lemari yang kutempeli dengan kertas bertuliskan semua destinasi tujuanku masih bisa aku baca. Beberapa negara juga sudah kutandai dengan contrengan yang menunjukkan bah...

Mom..

Where ever you are, I can't imagine that the most important I have is you. Simply person who always made me proud and felt so strong though the world destroying me. Even many people leave me in the struggle condition, you still the one who supporting me as always as you can. I knew your stories. and I knew how stories around us. You still have a power and made it stronger. How lucky me to having you in my life. The one behind the reason that always I pray with. The one with much more love and smile in every part of life. The one that I say 'love' everyday as I can. You are the one, mom. Always. You know, though you never can read these words and understanding it, you always knew how meaning full it is. I felt so suck when I must show it to you. I'm weak in that work. But like I love to travel, you always be my destination. The ending of my journey.

Language

Image
Aku sering di buat kagum dengan orang-orang yang pandai berbicara bahasa Arab dengan fasih. Kesannya selalu terlihat lebih keren dari siapapun yang pandai berbahasa selain bahasa Indonesia. Inggris, Belanda, Prancis, Jerman, Spanyol, Turkey, Italy ? Rasanya masih biasa saja. Bukannya menganggap rendah bahasa lain, sama sekali bukan. Aku juga sangat salut dengan mereka-mereka yang pandai berbahasa itu. Toh aku sendiri yang sudah 11 bulan di negara kincir angin ini juga masih sangat kagok dan juga oon kalau harus menggunakan bahasa Belanda. Ujung-ujungnya juga pasti akan mengeluarkan senjata andalan kalau sudah stak di suatu percakapan yang mulai tidak nyambung dengan si lawan bicara. "Can you speak English?" *plak Bagiku dulu, jauh sebelum terdampar di benua biru ini, orang yang pandai berbahasa Inggris itu adalah orang-orang yang hebat. Orang yang tidak akan merasa was-was hatinya jika harus terdampar di suatu tempat di muka bumi ini. Karena seperti yang kita tahu bersa...
Image
The bad things happened is when you gonna write everything in that time, but in fact you can't do it at all. I felt so suck ! My computer was error Sorry for every post getting stop or quite enough until these words.

Travel ! you'll never be in vain

Siapa yang menyangka jika ternyata memiliki paspor hijau tua saja tidak cukup untuk memudahkan kita melompat dari negara satu ke negara lainnya. Belum lagi birokrasi pengurusan visa untuk pemegang paspor ini juga tidak semudah hanya datang ke kedutaan lalu dalam hitungan jam selesai. Banyak sekali persyaratan-persyaratan yang harus dilengkapi sebelum permohonan itu akhirnya disetujui. Entah mengapa hubungan Indonesia dengan beberapa negara lain masih terlihat berbelit-belit. Sedikit iri rasanya jika harus melirik ke negara tetangga yang dengan mudahnya bisa 'nemplok' di sembarang negara yang mereka mau tanpa harus dipusingkan dengan urusan ini dan itu. Mereka bisa melenggang kangkung masuk ke Inggris Raya tanpa visa sama sekali contohnya (dalam hati ngedumel sendiri karena mupeng banget bisa ke sana), juga masuk ke negara Schengen tanpa perlu mengemis-ngemis permit ke kantor imigrasi manapun. Aku sempat jengah juga kadang-kadang jika berpapasan dengan penduduk lokal di sal...

Curcol di sudut perpus

Pernah mengalami berada pada suatu tempat asing yang sebenarnya itu bukanlah ranah kita? Aku pernah, dan itu tengah aku alami saat aku menuliskan tulisan ini. Ini bukan tentang traveling. Sama sekali bukan. Ini tentang bagaimana aku menjadi 'mahasiswa ilegal' di salah satu kampus yang ada di Belanda. Berbaur bersama ratusan mahasiswa lainnya yang tentu saja tengah sibuk di depan komputernya masing-masing. Sedangkan aku sendiri, duduk menyempil diantaranya sambil mengetik tulisan di atas keybord berwarna hitam menggunakan bahasa Indonesia. Sisanya, hingar-bingar berbagai bahasa turut menjadi backsound kegiatanku hari ini. It's a quiet room. they called 'de bibliotheek van saxion universiteit'. Tempat dimana semua kesibukan sebagai mahasiswa tertumpah disini. Ada semacam nuansa berbeda yang menyelimuti ruangan berkapasitas puluhan kursi ini. Di sisi sebelah kanannya, jejeran rak buku yang didominasi oleh buku-buku berbahasa Inggris dan Belanda terlihat mematu...

Barat cs Timur

Pernah terfikirkan gak kalau kita sedang menonton film Hollywood, apapun jenisnya itu, kesannya selalu terlihat lebih 'WOW'. Terutama saat kita melihat bagaimana 'maju'nya pola pikir mereka dalam menyikapi suatu masalah, dalam hal ini aku mengkhususkannya pada anak-anak. Meskipun, pada dasarnya kita semua tahu bahwa sebuah film adalah settingan belaka. Namun terlepas dari hal itu, yang ingin aku amati lebih jauh disini adalah bagaimana 'sistem' yang terbangun di dunia orang-orang barat memang jauh berbeda dengan kita yang notabenenya lebih berkiblat ke timur. Tidak semuanya salah, begitu juga sebaliknya, tidak semuanya benar. Pasti selalu ada sisi positif dan negatif yang timbul dari sudut pandang kita dalam melihatnya. Berada selama hampir 11 bulan di benua biru dan ditambah dalam lingkungan keluarga yang jauh berbeda dengan Indonesia ini, ada banyak hal yang bisa kulihat dan kujadikan pelajaran. Seperti yang kita ketahui bersama, pembentukan karakter se...

Saya bersuara, kamu???

Image
5 April lalu bisa dikatakan sebagai pecah telor pertamaku untuk melaksanakan hak dan kewajiban sebagai warga negara Indonesia. Dikatakan hak karena sebagai anggota dari masyarakat Indonesia, kita mendapatkan kesempatan untuk berpartisipasi dalam menyuarakan aspirasi kita. Lalu kewajiban, sudah sangat jelas ini adalah salah satu bentuk kewajiban karena kita telah 'menumpang' dengan embel-embel warga negara Indonesia yang mana secara tidak langsung kita memperoleh kewajiban didalamnya. Meskipun ini adalah pengalaman pertama kali seumur hidup sejak mendapatkan KTP sebagai warga Indonesia beberapa tahun yang lalu, aku bisa membedakan setidaknya secara garis besar bagaimana sistem pemilihan di luar negeri yang berbeda dengan sistem yang ada di Indonesia. Secara teknis, keunikan yang membedakan antara keduanya terlihat dari proses pemilihan itu sendiri. Jika di Indonesia biasanya kita mencoblos di TPS pada wilayah masing-masing, maka tidak demikian dengan Belanda. TPS yang ada ...

Jika engkau adalah senja

Aku hanya ingin mengejar jingga. Itu saja. Hanya itu yang bisa kulakukan untuk membagi semuanya pada senja. Kukayuhkan kakiku pada sepeda hitam dengan corak yang sedikit kecoklatan. Lagi-lagi aku hanya ingin sampai disana tepat waktu. Tempat dimana aku bisa bercerita pada biru yang berbaur dengan warna penjemput petang. Tempat dimana aku sering terdiam sambil sesekali menormalkan kembali detak jantung yang berdegup kencang akibat kelelahan. Musik, Sebotol air mineral, buku, pulpen, dan kamera. Barang-barang berharga yang selalu mengerti betapa fungsionalnya mereka pada kondisiku yang seperti itu. Sore kali ini, juga sore-sore di beberapa hari lain sebelumnya, mampu membuatku menarik garis bibir untuk bergerak sedikit keatas. Musim semi yang akan menuju musim panas itu memang cantik. Selalu ada matahari di sana. Ia hadir memberikan rasa hangat yang luar biasa. Memberikan gradasi warna cantik pada setiap penghias biru angkasa. Aku sangat menyukai moment seperti ini. Seperti jenga...